<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6178145720756868349</id><updated>2011-07-30T13:02:44.802-07:00</updated><title type='text'>PROCTOR QUILLON</title><subtitle type='html'>Pemenang Belum Tentu Yang Terbaik,
Yang Terbaik Belum Tentu Pemenang</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6178145720756868349/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>elmudhofar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03671194455646015822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/SiY9w2unZCI/AAAAAAAAAB8/hVh8trHFEpY/S220/Foto003-002.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6178145720756868349.post-6537395964721340348</id><published>2009-06-05T21:48:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T00:21:55.088-07:00</updated><title type='text'>LOGIKA SEDERHANA KEHARAMAN FACEBOOK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/Sin6t-UXjPI/AAAAAAAAAC0/ox3Djl-g5r8/s1600-h/anti-facebook.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 282px; height: 272px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/Sin6t-UXjPI/AAAAAAAAAC0/ox3Djl-g5r8/s400/anti-facebook.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344078100581289202" /&gt;&lt;/a&gt;Diawal tahun 2009 saya sempat memirsa acara televisi yang cukup menarik, yaitu membahas mengenai demam Facebook yang semakin mewabah, begitu banyak orang yang keranjingan, begitu banyak orang yang kecanduan, tak ubahnya kacang goreng facebook pun laris manis diakses hampir oleh setiap peselancar dunia maya, saking seringnya diakses, facebook pun menempati posisi kedua sebagai situs yang sering diakses setelah google yang bercokol diperingkat pertama. Dahsyatnya lagi facebook pun dapat menggusur kepopuleran friendster dan yahoo mail massenger sebagai situs jejaring sosial yang sebelum kehadiran facebook merupakan primadona barter obrolan,  pemikiran dan kreatifitas didunia maya. Sayang sekali saya tidak menyimak acara televisi tersebut dari awal, sehingga saya tidak tahu siapa aktor dibalik memboomingnya facebook alias sang creatornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya saya pun mencoba menghilangkan rasa penasaran mengenai facebook (maklum agak terlambat saya tahu tentang facebook, ya namanya juga teltek alias telat teknologi), dan sayapun langsung berselancar didunia underground alias dunia maya, tanpa banyak pikir apalagi pikir panjang saya pun langsung mengetik facebook.com dan....... enter ! alhasil masuklah saya kehalaman situs yang konon katanya kita dapat bertemu dengan teman kita yang sekalipun entah dimana adanya asalkan teman kita tersebut sama-sama memiliki account di paman facebook tersebut. Rasa penasaran sayapun semakin memuncak (sekali lagi maklum........) dan saya pun langsung membuat akun dihalaman yang telah disediakan mang facebook, akhirnya kurang dari 5 menit account saya pun sudah jadi, walah....walah..... senangnya hati saya saat itu, akhirnya... saya jadi facebooker juga.... (sori, asal ambil istilah aja). Kurang lebih 1 jam saya kurah-koreh di facebook sambil mempromosikan account saya sekaligus cari-cari teman lama saya mudah-mudahan ada yang ketemu walaupun akhirnya tidak ada satupun teman saya yang saya temukan (cappppe dechhhhh.....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian saya kembali berselancar, hal yang tidak jauh berbedapun saya lakukan, yaitu visit to facebook, visit to my acount. Sekarang saya baru ingat, bahwa ada satu hal yang belum terjawabkan pertanyaan saya mengenai facebook, yah... siapa dalang dibalik facebook. Akhirnya saya pun langsung ketik www.google.co.id (cinta tanah air dikit domainnya), seperti biasa..... enter ! dan keyword pun saya masukan mengenai hal ikhwal facebook, terutama mengenai dalangnya sekali lagi dalangnya. Setelah beberapa situs yang membahas facebook disajikan oleh engkong google satu persatu situs tersebut saya singgahi, alhasil......... alamakkkkkk......... kupingku tercengang panas, mataku memerah, bibirku kelu, jantungku berdegup kencang, tanganku gemetar dan kaki serasa kaku, berdirilah bulu romaku.... hatiku berkata AKU MEMBUNUH SAUDARAKU, kenapa gerangan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini teman, dari beberapa situ yang saya pijaki yang membahas facebook dikatakan, dituliskan dan dijelaskan bahwa facebook adalah milik Mark Zuckerberg yang juga sekaligus pembuat, pengonsep, pendiri dan pengembangnya yang tidak lain dan tidak bukan merupakan seorang yahudi yang taat, selain itu Mark Zuckerberg juga salah satu personel aktif dari Alpha Epsilon yang merupakan organisasi pemuda yahudi yang bertujuan untuk memperkuat ikatan komunitas pemuda berbakat yahudi dan membantu sebagai jaringan antara sekolah dan karir. Dan ironinya lagi facebook itu sendiripun awalnya dikonsep untuk umat yahudi dan dibasiskan di Israel, parahnya lagi, facebook yang saat ini semakin berkembang dapat menghasilkan dolar dalam jumlah yang dahsyat yang telah menempatkan Mark Zuckerberg sebagai salah satu orang terkaya didunia dengan usia yang relatif muda, tahukah saudara bahwa sebagian dari total netto penghasilan facebook itu diperuntukan bagi pembangunan Israel dan peningkatan kekuatan militer Israel (semakin kuat militer Israel, semakin kuat kuat ia menjajah tanah suci umat muslim sedunia, Palestina).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kita fahami juga bahwa, setiap jiwa yang menjadi bagian dari famili facebook, maka jiwa tersebutpun telah turut serta meningkatkan pundi-pundi penghasilan facebook dan secara otomatis jiwa tersebutpun telah turut serta membantu sang zionis dalam  menjajah tanah suci umat Islam, membunuh saudara kita di Palestina, dan menjadi bagian dari pembunuh masal. Bagi umat muslim Itu artinya kita telah membunuh saudara kita sendiri, telah membantai umat kita sendiri, telah menodai tanah suci kita sendiri, kita ingat firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. (QS. Al Anfaal, 8.54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al Ma’idah, 5.51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 2 bagian ayat diatas saja sudah jelas kalimah yang Allah firmankan dalam mengatur pola sikap kita terjadap kaum kafir yang sudah jelas-jelas memerangi diri kita sendiri, karena sebagaimana yang Rasulullah SAW ajarkan bahwa sesungguhnya antar sesama umat muslim itu bersaudara yang diumpamakannya sebagai satu tubuh yang bilamana satu bagian tubuh itu merasakan sakit maka bagian tubuh yang lainpun merasakan sakit tersebut. Nah dari situpun ada sudah tergambarkan secara logika mengenai keharaman facebook, namun perlu saya katakan bahwa saya tdak bisa memfatwakan keharaman facebook  secara universal dan cukup untuk pemahaman diri saya sendiri terkecuali jika ada yang sefaham dengan saya, selain itu karena memang ada yang lebih berwenang dalam memfatwakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kesimpulan ada dihati masing-masing, mau tetap menjadi bagian dari keluarga facebook atau tidak ?, keduanya ada konsekuensinya. Jika tetap menjadi bagian keluarga facebook itu berarti anda membantu keberlangsungan penjajahan, pembunuhan, penistaan dan pembantaian kaum zionis laknatullah Israel terhadap diri anda sendiri, mengerikan !!! sebegitu tegakah anda ?, konsekuensi kedua anda menghapus acoount facebook anda dan meninggalkanya jauh-jauh, dan dengan begitu anda telah memberikan nafas bantuan terhadap diri anda sendiri (muslim Palestina), dan memang itulah selayaknya yang harus kita lakukan jikalau kita memang merasa umat muslim yang cinta akan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin teman-teman ingin bertanya, bagaimana dengan situs-situs lainnya yang sama-sama berada dibawah cengkraman Yahudi, Israel, USA dan lain sebagainya yang berperan sama seperti google, blogspot, dan lain sebagainya ?, baik saya ada penjelasan sedikit dan jika kurang jelas mari kita berpikir bersama-sama. Diibaratkan perang, sudah sejatinya menggunakan senjata, dan saat ini salah satu pihak yang berperan sebagai penjahat menggunkan senjata yang bersipat propaganda seperti situs-situs tersebut tadi, satu sisi dari kelemahan senjata adalah bisa makan tuan terlebih itu bersifat propaganda, sekarang situs tersebut yang menjadi senjata pemiliknya kita jadikan senjata pula oleh kita dalam menyerang balik sipenjahat tadi, jika kita mampu memanfaatkan kelemahan senjata tersebut apapun jenis kalkulatornya jika dihitung-hitung kita lebih diuntungkan, ko bisa ???.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemasukan– (modal) Pengeluaran = Sisa (bisa jadi 0)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, bangsa Israel mendapatkan pemasukan dari keuntungan situs-situs tadi yang kemudian dijadikan modal (pengeluaran) untuk berperang (menjajah) umat Islam, bila pendapatan tadi digunakan untuk berperang otomatis saldopun berkurang bisa jadi 0 (nol). Lalu bagaimana cara menjadikan senjata tersebut bisa makan tuan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 0 (nol) pengeluaran + pemasukan = Untung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, kita memanfaatkan senjata yang sudah disediakan tadi oleh sipemiliknya, yaitu situs-situs berstandar ganda (dalam artian nol modal, tanpa membeli senjata) kemudian kita serang sipemilik situs tersebut, lumayan kan berjuang dijalan Allah dengan memanfaatkan standar ganda senjata lawan, caranya ? ya seperti blog saya ini (maaf jangan dianggap sombong, hanya mencontohkan supaya mudah dipahami), saya sadar blog ini berada didalam keluarga blogger yang notabene berinduk di barat, namun kemudian saya jadikan blog ini sebagai media (senjata) dalam menghidupkan kalimah Allah, memang cara ini tidak beran begitu besar dalam perjuangan agama Allah, namun apa salahnya kita memanfaatkan kelemahan musuh Allah sekalipun itu sedikit asalkan usaha kita maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kemasalah facebook, sekarang para kiyai mulai mewacanakan keharaman facebook, dan memang kebenaran dan kebathilan itu sedikit-sedikit pasti muncul semakin jelas perbedaan diantara keduanya. Pro dan kontrapun bermunculan antara yang sejalan dengan faham keharaman facebook dan yang sudah melekat dengan facebook sehingga tidak dapat dapat lepas darinya. Banyak pihak yang mendesak supaya MUI tidak mengharamkan facebook dengan dalih facebook merupakan bagian dari ilmu pengetahuan dan tekonologi yang terkadang sifat ilmu pengetahuan dicenderungkan tidak mengenal batasan. Namun menurut saya dan bukan berarti saya sok tahu, sekalipun MUI tidak mengharamkan facebook sudah sepatutnya kita punya hati nurani jika memang kita seorang Islam, ingat kawan !! segala sesuatu ada konsekuensinya karena pilihan ada dihati masing-masing, maka diri masing-masing pula yang akan  mempertanggungjawabkan segala akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana manusia biasa, saya menyadari segala kekurangan, kelemahan dan kealfaan saya, namun saya juga sadar bahwa saya tidak bisa bersembunyi dibalik kekurangan saya dalam setiap kesalahan saya, karena sebagai manusia berakal kita pasti punya pertanggungjawaban. Semoga hitam diatas putih ini dapat bermanfaat bagi kita semua khusunya diri saya pribadi, kebenaran hanya milik Allah dan kesalahan datangnya hambanya, Wallahualam......!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6178145720756868349-6537395964721340348?l=protagon-elmudhofar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/feeds/6537395964721340348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/2009/06/logika-sederhana-keharaman-facebook.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6178145720756868349/posts/default/6537395964721340348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6178145720756868349/posts/default/6537395964721340348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/2009/06/logika-sederhana-keharaman-facebook.html' title='LOGIKA SEDERHANA KEHARAMAN FACEBOOK'/><author><name>elmudhofar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03671194455646015822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/SiY9w2unZCI/AAAAAAAAAB8/hVh8trHFEpY/S220/Foto003-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/Sin6t-UXjPI/AAAAAAAAAC0/ox3Djl-g5r8/s72-c/anti-facebook.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6178145720756868349.post-8979846804215107522</id><published>2009-06-03T02:41:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T03:05:17.811-07:00</updated><title type='text'>Aa'Gym; Membersihkan "sampah" Dari Pikiran</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/SiZGclIgo0I/AAAAAAAAACc/ETKDLyk1fE4/s1600-h/cover_aagym.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343035464739758914" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 290px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/SiZGclIgo0I/AAAAAAAAACc/ETKDLyk1fE4/s320/cover_aagym.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Saudaraku, ada kisah menarik dari Anas bin Malik. Suatu ketika ia berjalan dengan Rasulullah SAW. Ketika itu, datanglah seorang Arab badui dari arah belakang. Dengan serta-merta ia menarik jubah najraani yang dikenakan Rasulullah SAW. Anas berkata, ''Aku memandang leher Rasulullah dan melihat bahwa jubah itu telah meninggalkan bekas merah di sana karena kerasnya tarikan. Orang badui itu kemudian berkata, 'Wahai Muhammad, beri aku sebagian dari kekayaan Allah yang ada di tanganmu'. Rasul kemudian menoleh kepadanya, dan tersenyum, lalu memerintahkan agar orang itu diberi uang.'' &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Kisah ini menggambarkan betapa mulianya akhlak Rasulullah SAW. Beliau tidak pernah membalas keburukan orang dengan keburukan lagi. Saat dihina, beliau tidak marah atau sakit hati. Beliau justru mendoakan kebaikan. Mengapa Rasulullah SAW mampu tenang dan bijak menghadapi gangguan orang lain? Jawabnya, Rasulullah SAW memiliki kelapangan dada dan kejernihan pikiran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Ternyata, yang membuat hidup kita tidak bahagia adalah diri kita. Penyikapan yang buruk terhadap suatu kejadian adalah sumber penderitaan. Mirip orang yang sariawan makan keripik pedas. Ia menangis, marah, dan uring-uringan. Yang membuat ia menderita bukan keripiknya, melainkan lidahnya yang berpenyakit. Bagi orang yang tidak sariawan, keripik tersebut nikmat dan renyah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Saudaraku, ada banyak hal yang membuat hidup kita tidak nyaman. Salah satunya adalah kegemaran menyimpan ''memori-memori'' buruk. Otak bisa diibaratkan wadah penyimpanan yang akan kotor ketika kita mengisinya dengan sampah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Pengalaman-pengalaman buruk, seperti penghinaan, perlakukan buruk, cemoohan, ketersinggungan, kegagalan, dan lainnya; adalah ''sampah'' yang berpotensi mengotori pikiran. Semakin sering kita menyimpan memori buruk di otak, semakin negatif sikap dan perilaku kita.&lt;br /&gt;Karena itu, satu syarat agar hidup kita bahagia adalah membersihkan kepala dari ''sampah-sampah'' busuk. Bagaimana caranya? Pertama, selalu berusaha mengingat kebaikan orang dan melupakan keburukannya. Saat orang lain menyakiti kita, carilah seribu satu alasan agar kita tidak benci. Ingatlah selalu kebaikannya. Jangan sampai kita mengabaikan seribu kebaikan orang, hanya karena satu keburukan yang boleh jadi tidak sengaja ia lakukan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Kedua, segera lupakan semua perlakuan buruk orang lain. Ibaratnya, kalau tinta mengotori muka, maka tindakan yang bijak adalah segera membersihkannya, bukan membiarkannya, atau menunjukkannya pada yang lain. Demikian pula saat orang berlaku buruk pada kita, menghina misalnya, alangkah bijak bila kita segera menghapusnya, bukan memendamnya, membesar-besarkannya, atau menunjukkannya pada banyak orang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Ketiga, mohonlah kepada Allah SWT agar diberi hati yang lapang dan pikiran yang jernih. Ada doa dalam Alquran yang bisa kita panjatkan, ''Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku; dan mudahkanlah urusanku; dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku; agar mereka mengerti perkataanku.'' (QS Thaahaa [20]: 25-28). Wallahu a'lam bish-shawab. (KH Abdullah Gymnastiar ) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6178145720756868349-8979846804215107522?l=protagon-elmudhofar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/feeds/8979846804215107522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/2009/06/aagym-membersihkan-sampah-dari-pikiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6178145720756868349/posts/default/8979846804215107522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6178145720756868349/posts/default/8979846804215107522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/2009/06/aagym-membersihkan-sampah-dari-pikiran.html' title='Aa&apos;Gym; Membersihkan &quot;sampah&quot; Dari Pikiran'/><author><name>elmudhofar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03671194455646015822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/SiY9w2unZCI/AAAAAAAAAB8/hVh8trHFEpY/S220/Foto003-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/SiZGclIgo0I/AAAAAAAAACc/ETKDLyk1fE4/s72-c/cover_aagym.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6178145720756868349.post-6507835326770707642</id><published>2009-05-28T05:06:00.001-07:00</published><updated>2009-05-28T05:21:06.466-07:00</updated><title type='text'>NEGARA YANG LUPA AKARNYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/Sh6BhOHQpJI/AAAAAAAAABQ/Q_fb3Ani4Zc/s1600-h/PROTAGON+FILM.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 216px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/Sh6BhOHQpJI/AAAAAAAAABQ/Q_fb3Ani4Zc/s320/PROTAGON+FILM.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340848615832200338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jika boleh saya berkata sedikit lancang, saya ingin mengatakan bahwa negeri ini sangat naif, konyol, penuh pengkhianatan, kasarnya lagi durhaka. Kenapa saya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;mengatakan demikian ?, baik, untuk lebih jelasnya kita runut beberapa proses perjuangan bangsa ini dalam mewujudkan negeri impian dengan meluaskan dan melebarkan kerangka berpikir kita tanpa ada jejak-jejak doktrin yang tertinggal di kepala dan hati kita yang sekiranya membatasi keluasan dan kelebaran kerangka berpikir kita dan baru kemudian pada akhinya akan muncul sebuah kejelasan dengan sendirinya setelah kita berpikir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Diawal kalimat pertama saya mengatakan dengan sedikit lancang (atau bahkan sangat lancang menurut anda), bahwa negeri ini sangat naif, konyol, penuh pengkhianatan atau secara garis besarnya saya katakan durhaka. Kita semua sadar, bahwa negeri ini mampu seperti ini setelah menjalani beberapa fase (layaknya proses pertumbuhan manusia), dan fase terpenting adalah kemerdekaan, kemerdekaan yang mandiri, freedom, tetapi tidak liberal yang notabene bagian dari faham demokrasi. Kenapa ada pengecualian terhadap kemerdekaan dalam kata liberal dan demokrasi ?, baik kita coba pelajari seksama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Saya mengecualikan kata liberal dan demokrasi dalam konteks kemerdekaan bangsa Indonesia karena liberal dan demokrasi bukan bagian dari niat ataupun destinasi perjuangan para pejuang negeri ini dalam  mewujudkan kemerdekaan. Liberal yang secara bahasa berarti sebuah kebebasan yang tanpa batas, yang sekalipun batasannya ada, bagi akal manusia manusia yang beradab itu bukan lagi suatu batasan melainkan sudah merupakan hal yang diluar adab normatif. Begitu juga dengan demokrasi yang berarti kekuasaan ada ditangan rakyat sudah barang tentu cenderung melecehkan akan kekuasaan Tuhan, mungkin anda ingin mengatakan bahwa konteks pemerintahan dan ketuhanan adalah sesuatu yang harus dipisahkan ?, jika itu pijakan anda silahkan anda baca kembali dan resapi Pembukaan UUD 1945, didalam alinea ketiga dikatakan ”Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”, bagaimana, bisa dipahami ?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Sekarang mulai jelas, bahwa telah terjadi pengkhianatan besar terhadap para pejuang bangsa ini yang tidak lain merupakan akar dari negara Indonesia. Dimana letak pengkhianatannya ? Pertama, dalam alinea ketiga UUD 1945 tersebut dikatan bahwa, Indonesia merdeka berkat adanya rakhmat Allah Yang Maha Kuasa yang kemudian disertai dengan adanya dorongan keinginan yang luhur (kuat/tinggi) untuk merdeka. Nah, dari sini saja sudah jelas sekali bahwa konteks pemerintahan dan ketuhanan tidak boleh dipisahkan, dan kekuasaan itu ditangan Allah bukan ditangan rakyat atau yang disebut dengan demokrasi (apabila kita tetap berpedoman kepada UUD 1945). Mungkin anda ingin mengatakan, bahwa maksud dari kekuasaan ditangan rakyat itu dalam hal pemerintahan bukan ketuhananan ?, anda harus ingat dan yakin bahwa pemerintahan dan ketuhanan itu harus menyatu dan jika anda tidak yakin berarti anda tidak berpedoman kepada UUD 1945, dan sudah barang tentu tidak menghargai dan menghormati para pahlawan bangsa dan kasarnya itulah pengkhianatan atau kedurhakaan terhadap para leluhur bangsa kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Kedua, pada beberapa peristiwa peperangan dalam perjuangan kemerdekaan itu ada se&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;buah motivasi yang sepertinya dilupakan dan dibuang jauh-jauh oleh negara ini, para pahlawan kita dari masa Sultan Agung, Pangeran Jaya Karta, Sultan Hasanudin, Tuanku Imam Bonjol, Pangerang Diponegoro, Teku Umar, Sultan Badarudin II, hingga ke era Bung Tomo, Soekarno dan Hatta (yang tentunya tidak dapat saya sebutkan satu persatu) itu mempunyai motivasi yang tidak jauh berbeda, yaitu Mati Syahid – Hidup Mulia atau yang lebih dikenal dengan Jihad sehingga melahirkan pasukan paling menakutkan, yaiu pasukan berani mati yang setiap tetesan darah dan hembusan nafas terakhirnya yang seolah-olah tidak berarti menurut mereka, karena menurut mereka ada yang lebih berarti yaitu kemerdekaan, harga diri, dan ketuhanan, jika anda ingin melihat lebih jelas seperti apa gambaran pasukan berani mati, maka tengoklah Palestina yang kurang lebih tidak jauh berbeda. Pada setiap pertempuran selalu dikomandoi dengan Allahuakbar.......! Allahuakbar...... ! dimana dalam setiap pekikan tersebut ada rasa keikhlasan akan jiwa raga kepada sang pencipta. Dari situ kita dapat melihat lebih jelas bahwa perjuangan bangsa ini tidak dimotivasi oleh liberal dan demokrasi, yang tidak lain dan tidak bukan liberal dan demokrasi itu sendiri merupakan bagian dari propaganda penjajahan kaum kafir terhadap negeri ini yang notabene merupakan musuh yang dihadapi para pejuang kita dulu, jadi apabila liberal dan demokrasi itu sendiri menjadi hembusan setiap napas bangsa ini, maka sungguh naif bangsa ini, benar-benar durhaka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Seperti inilah realita negeri ini didalam tatanan dunia, jika dinegara lain kaum kafir mayoritas mampu menjadi tuan rumah sehingga kaum muslim yang minoritas yang sebagian hak-hanya dihilangkan harus berada dibwah kendali hukum mereka yang mayoritas, kenapa dinegara ini kaum muslim yang mayoritas tidak mampu menjadi tuan rumah, yang tentunya akan tetap melindungi dan mengayomi segala hak-hak kaum minoritas karena memang begitu hukum dalam muslim, harus berkuasa namun tidak boleh menyiksa dan iu telah dibuktikan selama 14 abad kekhalifahan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Perlu dipahami, bahwa substansi dari pembicaraan saya ini bukan terletak pada mayoritas dan minoritsanya suatu kaum dinegara ini, melainkan adanya sebuah penyimpangan dalam pedoman negara ini yang konon sudah disakralkan dan tidak dapat diganggu gugat, yaitu UUD 1945, jika memang pedoman itu harus dipahami dan dijalankan kenapa realita yang nyata dalam kehidupan bernegara ini tidak sesuai dengan isi yang terkadung dalam pedoman tersebut ?, inilah tugas kita bersama untuk menyesuaikan kembali antara realita dengan pedoman yang dipakai jika memang kita masih berpedoman pada UUD 1945. Saya menyadari, sebagaimana manusia biasa tentunya saya juga tidak luput dari kesalahan dan kehilafan, termasuk dalam penulisan ini, namun saya juga menyadari bahwa kita sebagai manusia yang diberi akal, pikiran dan perasaan tentunya tidak dapat menyembunyikan setiap kesalahan dibalik kelemahan dan kekurangan kita, oleh karena itu harus ada yang namanya pertanggung jawaban. Jadi, saya sadar tulisan ini penuh kekurangan sebagai representatif diri saya yang manusia biasa, namun saya juga beranggung jawab atas diri saya yang terrepresantatifkan pemikirannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6178145720756868349-6507835326770707642?l=protagon-elmudhofar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/feeds/6507835326770707642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/2009/05/negara-yang-lupa-akarnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6178145720756868349/posts/default/6507835326770707642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6178145720756868349/posts/default/6507835326770707642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/2009/05/negara-yang-lupa-akarnya.html' title='NEGARA YANG LUPA AKARNYA'/><author><name>elmudhofar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03671194455646015822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/SiY9w2unZCI/AAAAAAAAAB8/hVh8trHFEpY/S220/Foto003-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/Sh6BhOHQpJI/AAAAAAAAABQ/Q_fb3Ani4Zc/s72-c/PROTAGON+FILM.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6178145720756868349.post-8700600008548207764</id><published>2009-05-05T07:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T20:32:56.692-07:00</updated><title type='text'>TAKUT JADI TUKANG BAKSO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/Sh9XVkstNXI/AAAAAAAAABg/ijPP97Jm3VU/s1600-h/ROLEX1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 246px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/Sh9XVkstNXI/AAAAAAAAABg/ijPP97Jm3VU/s320/ROLEX1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341083711224755570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;Satu lagi Klipping simpenan dari Cak Nun, sebuah renungan untuk intropeksi diri  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;Sebuah  pengajian  yang  amat  khusyuk di sebuah masjid kaum terpelajar, malam  itu,  mendadak  terganggu  oleh suara dari seorang tukang bakso yang membunyikan  piring  dengan  sendoknya.  Pak Ustad sedang menerangkan makna khauf,  tapi  bunyi  ting-ting-ting-ting  yang  berulang-ulang  itu sungguh mengganggu  konsentrasi  anak-anak  muda  calon  ulil albab yang pikirannya sedang bekerja keras.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-80"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;Sebuah  pengajian  yang  amat  khusyuk di sebuah masjid kaum terpelajar, malam  Apakah  ia berpikir bahwa kita berkumpul di masjid ini untuk berpesta bakso !” gerutu seseorang. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;br /&gt;“Bukan  sekali  dua  kali  ini  dia  mengacau !” tambah lain-nya, dan disambung – “Ya, ya, betul !”&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;br /&gt;“Jangan marah, ikhwan….,” seseorang berusaha meredakan kegelisahan, “ia sekadar mencari makan …..” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;br /&gt;“Jangan-jangan sengaja ia berbuat begitu! Jangan jangan ia minan-nashara !” sebuah suara keras. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;Tapi  sebelum  takmir  masjid  bertindak sesuatu, terdengar suara Pak Ustad juga mengeras: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;“Khauf, rasa takut, ada beribu-ribu maknanya. Manusia belum akan mencapai  khauf  ilallah  selama  ia masih takut kepada hal-hal kecil dalam   hidupnya. Allah  itu  Mahabesar,  maka  barangsiapa  takut hanya kepada-Nya, yang lain-lain menjadi kecil adanya…”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;Tak  usah  menghitung  dulu ketakutan terhadap kekuasaan sebuah rezim atau  peluru militerisme  politik.  Cobalah  berhitung  dulu dengan tukang bakso. Beranikah Anda semua, kaum terpelajar yang tinggi derajatnya di mata masyarakat,  beranikah Anda menjadi tukang bakso ? Anda tidak takut menjadi sarjana,  memperoleh  pekerjaan dengan  gaji  besar, memasuki rumah tangga dengan  rumah  dan  mobil  yang bergengsi: &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tapi tidak takutkah Anda untuk menjadi  tukang bakso ? Yakni kalau pada suatu saat kelak pada Anda tak ada jalan  lain  dalam  hidup  ini  kecuali  menjadi tukang  bakso  ?&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;Cobalah wawancarai hati Anda sekarang ini, takutkah atau tidak?&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;Ingatlah  bahwa  tak  seorang  tukang  bakso pun pernah takut menjadi tukang  bakso. Apakah Anda merasa lebih pemberani dibanding tukang  bakso ? Karena  pasti  para  tukang  bakso  memiliki  keberanian juga untuk menjadi sarjana dan orang besar seperti Anda semua. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;Suasana  menjadi  senyap.  Suara  ting-ting-ting-ting dari jalan di sisi halaman masjid menusuk-nusuk hati para peserta pengajian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;“Kita memerlukan baca istighfar lebih dari seribu kali dalam sehari,”  Pak  Ustadz  melanjutkan,  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;“karena  kita masih tergolong orang-orang yang ditawan oleh rasa takut terhadap apa yang kita anggap derajad rendah, takut tak  memperoleh  pekerjaan  di sebuah kantor, takut miskin, takut tak punya jabatan,  takut  tak  bisa  menghibur  istri  dan  mertua,  dan kelak takut dipecat,  takut  tak  naik  pangkat  .  .  . masyaallah, sungguh kita masih termasuk golongan orang-orang yang belum sanggup menomorsatukan Allah !..”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman';font-size:12;"&gt;(sumber : Emha Ainun Najib)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6178145720756868349-8700600008548207764?l=protagon-elmudhofar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/feeds/8700600008548207764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/2009/05/takut-jadi-tukang-bakso.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6178145720756868349/posts/default/8700600008548207764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6178145720756868349/posts/default/8700600008548207764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/2009/05/takut-jadi-tukang-bakso.html' title='TAKUT JADI TUKANG BAKSO'/><author><name>elmudhofar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03671194455646015822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/SiY9w2unZCI/AAAAAAAAAB8/hVh8trHFEpY/S220/Foto003-002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/Sh9XVkstNXI/AAAAAAAAABg/ijPP97Jm3VU/s72-c/ROLEX1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6178145720756868349.post-4163237408086175707</id><published>2009-04-01T06:09:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T06:11:24.811-07:00</updated><title type='text'>Pergilah</title><content type='html'>Aku relakan dirimu pergi&lt;br /&gt;jangan pernah melihat ke belakang&lt;br /&gt;jangan pernah kau kembali&lt;br /&gt;jangan pernah kau tinggalkan luka sama&lt;br /&gt;jangan pernah kau sakiti hati ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan kali pertama&lt;br /&gt;kau sakiti hatiku&lt;br /&gt;kau datang dan pergi tanpa memikirkanku&lt;br /&gt;lihatlah hati ini,sakit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi apa pedulimu??&lt;br /&gt;kau hanya bisa datang dan pergi tanpa sebab&lt;br /&gt;aku bertanya padamu mengapa&lt;br /&gt;tapi tak pernah ada jawabmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini,lelah sudah&lt;br /&gt;pergilah,jangan pernah kau kembali&lt;br /&gt;jengah hati ini kau sakiti berulang kali.&lt;br /&gt;semoga kau menemukan pengganti diriku&lt;br /&gt;penenang jiwamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6178145720756868349-4163237408086175707?l=protagon-elmudhofar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/feeds/4163237408086175707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/2009/04/pergilah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6178145720756868349/posts/default/4163237408086175707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6178145720756868349/posts/default/4163237408086175707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://protagon-elmudhofar.blogspot.com/2009/04/pergilah.html' title='Pergilah'/><author><name>elmudhofar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03671194455646015822</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XTHlriyGPjg/SiY9w2unZCI/AAAAAAAAAB8/hVh8trHFEpY/S220/Foto003-002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
